Minggu, 06 Januari 2013


“Analisis Koperasi sebagai Organisai Bisnis”

Pendahuluan
Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yabg berbasis bisnis yang dijalankan seseorang unutk mencapai suatu tujuan bersama. Koperasi dijalnkan oleh anggotanya secara bersama-sama dan mengambil keputusan dengan cara musyawarah demi mencapai mufakat. Koperasi sebagai suatu kegiatan ekonomi pada suatau wilayah harus bisa menyetarakan pendapatan (SHU) anggotanya secara adil dan merata. Koperasi juga harus benar-benar bisa menjadi wadah bagi kegiatan masyarakat. Sehingga masyarakat yang ikut berpatisipasi di dalamnya dapat merasa terbantu dengan di adakannya koperasi tersebut.
Sebagai organisasi ekonomi. Koperasi juga membutuhkan jasa akutansi dalam mendukung pelaporan keuangannya. Namun dalam hal tersebut, laporan keungan yang dibuat harus sesuai dengan standar akutansi yang berlaku. Laporan keuangan berfungsi sebagai sarana berinteraksi dengan dengan orang-orang yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Koperasi terdiri dari suatu ide-ide abstrak yang muncul dari setiap orang yang membangunnya demi membangun  sebuah koperasi yang efektif.  Koperasai merupakan perpaduan antara suatu pelayanan masyarakat dengan organisasi bisnis. Di indonesia sendiri telah dibuat UU no.25 tahun 1992 tentang perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no.25 tahun 1992 adalah: keanggotaan bersifat sukarela, pengelolaan dilakukan secara demokrasi, pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota, pemberia balas jasa yang terbatas terhadap modal, kemandirian, pendidikan perkoperasian, kerjasama antar koperasi.
Koperasi pada awalnya didirikan bertujuan untuk membantu masyarakat setempat untuk meminjamkan dana bagi yang membutuhkan dana. Dengan melakukan analisis koperasi pelayanan masyarakat atau sebagai organisasi bisnis bertujuan agar dapat mengetahui perbandingan keduanya. Koperasi pada umumnya pada saat ini dijadikan sebagai ladang bisnis bagi para pengusaha unutk mendapatkan keuntungan. Tentu disini berbanding terbalik dengan tujuan koperasi secara umumnya yaitu menjadi wadah kegiatan masyarakat. Yang artinya koperasi seharusnya menjadi tempat untuk mebantu masyarakat yang kesusahan mendapatkan dana untuk suatu keperluan tertentu.
Seperti misalnya koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam didirikan agar masyarakat dapat membayar simpananan wajib atau meminjam apabila memerlukannya dengan bunga yang rendah. Tapi saat ini koperasi yang dijadikan sebagai ladang bisnis untuk mendapatkan keuntungan dengan menekannya dengan bunga yang cukup besar bagi para peminjam dana. Begitu pula barang-barang yang dijual di koperasi seharusnya lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasarannya. Hal seperti ini justru memperlihatkan perbandingan antara peranan koperasi sebagai pelayanan masyarakat atau sebagai organisai bisnis. Di sini lebih terlihat bahwa koperasi saat ini lebih banyak didirikan untuk organisasi bisnis. Mulai dari koperasi sekolah, koperasi perusahaan ataupun koperasi biasa yang berdiri sendiri.

Referensi
Ramadhani, Ahmad. 2004. Analisis Laporan Keuangan Koperasi Perikanan Mina Jaya                  Provinsi DKI Jakarta. Skiripsi Institut Pertanian Bogor
Nurasih, Rulis. 2010. Analisis Penerapan PSAK No.27 Tentang Akutansi Koperasi dalam             Pelaporan Keuangan Pada Koperasi Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta.                      Skripsi Universitas Negeri Yogyakarta.

Kamis, 22 November 2012

lambang koperasi indonesia

 









Arti dari Lambang :
NoLambangArti
1Gerigi roda/ gigi rodaUpaya keras yang ditempuh secara terus menerus. Hanya orang yang pekerja keras yang bisa menjadi calon Anggota dengan memenuhi beberapa persyaratannya.
2Rantai (di sebelah kiri)Ikatan kekeluargaan, persatuan dan persahabatan yang kokoh. Bahwa anggota sebuah Koperasi adalah Pemilik Koperasi tersebut, maka semua Anggota menjadi bersahabat, bersatu dalam kekeluargaan, dan yang mengikat sesama anggota adalah hukum yang dirancang sebagai Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi. Dengan bersama-sama bersepakat mentaati AD/ART, maka Padi dan Kapas akan mudah diperoleh.
3Kapas dan Padi (di sebelah kanan)Kemakmuran anggota koperasi secara khusus dan rakyat secara umum yang diusahakan oleh koperasi. Kapas sebagai bahan dasar sandang (pakaian), dan Padi sebagai bahan dasar pangan (makanan). Mayoritas sudah disebut makmur-sejahtera jika cukup sandang dan pangan.
4TimbanganKeadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. Biasanya menjadi simbol hukum. Semua Anggota koperasi harus adil dan seimbang antara "Rantai" dan "Padi-Kapas", antara "Kewajiban" dan "Hak". Dan yang menyeimbangkan itu adalah Bintang dalam Perisai.
5Bintang dalam perisaiDalam perisai yang dimaksud adalah Pancasila, merupakan landasan idiil koperasi. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mengindahkan nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan, yang mendengarkan suara hatinya. Perisai bisa berarti "tubuh", dan Bintang bisa diartikan "Hati".
6Pohon BeringinSimbol kehidupan, sebagaimana pohon dalam Gunungan wayang yang dirancang oleh Sunan Kalijaga. Dahan pohon disebut kayu (dari bahasa Arab "Hayyu"/kehidupan). Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi nilai hidup yang harus dijunjung tinggi.
7Koperasi IndonesiaKoperasi yang dimaksud adalah koperasi rakyat Indonesia, bukan Koperasi negara lain. Tata-kelola dan tata-kuasa perkoperasian di luar negeri juga baik, namun sebagai Bangsa Indonesia harus punya tata-nilai sendiri.
8Warna Merah PutihWarna merah dan putih yang menjadi background logo menggambarkan sifat nasional Indonesia.

Minggu, 22 April 2012

Contoh Artikel dalam Bahasa Inggris


Smoking in the morning,

Especially accompanied by a cup of coffee, has become a ritual that hard to break. However, these habits seem to need to be stopped from smoking at the beginning of the day is more dangerous than smoking on the day or night. Research shows that smoking after waking up would increase the risk of lung cancer, neck and head. "Morning smokers have high levels of nicotine and other toxins from tobacco in his body. They are also more addicted than smokers who refrained from smoking a half hour or so after waking up," said researcher Joshua Muscat of Penn State College of Medicine. To find out why some smokers get cancer and not, Muscat and his team examined the link between cancer risk is there with the habit of first cigarette in the morning. The first study involved 4775 patients with lung cancer and 2835 of other smokers without lung cancer. Those who smoke 30 minutes after waking up 1.79 times higher risk of suffering from lung cancer than those who waited more than 60 minutes. Meanwhile, those who smoked 31-60 minutes after waking up had 1.31 times the risk compared to those who wait at least an hour. The second study involved 1055 people with brain and neck cancer and 795 people who smoked but did not suffer brain and neck cancer. Those who smoked within 30 minutes when you wake up 1.59 times the risk of brain and neck cancer compared with those who waited an hour. The risk of smokers who smoked 31-60 minutes after waking up 1.42 times than those who wait at least an hour.

(Terjemahan)

Merokok di pagi hari,

Apalagi ditemani secangkir kopi, telah menjadi ritual yang sulit untuk istirahat. Namun,kebiasaan ini tampaknya perlu dihentikan dari merokok pada awal hari adalah lebih berbahaya daripada merokok pada hari atau malam hari. Penelitian menunjukkanbahwa merokok setelah bangun akan meningkatkan risiko paru-paru, kanker leher dan kepala. "Pagi perokok memiliki tingkat racun nikotin dan lainnya dari tembakau dalam tubuhnya. Mereka juga lebih kecanduan dari perokok yang menahan diri dari merokoksetengah jam atau lebih setelah bangun tidur," kata peneliti Joshua Muscat dari Penn State College of Medicine. Untuk mengetahui mengapa beberapa perokok terkena kanker dan tidak, Muscat dan timnya meneliti hubungan antara risiko kanker yang adadengan kebiasaan rokok pertama di pagi hari. Penelitian pertama melibatkan 4775pasien dengan kanker paru-paru dan 2835 perokok lainnya tanpa kanker paru-paru.Mereka yang merokok 30 menit setelah bangun tidur 1,79 kali berisiko lebih tinggi menderita kanker paru-paru dibandingkan mereka yang menunggu lebih dari 60 menit.Sementara itu, mereka yang merokok 31-60 menit setelah bangun memiliki 1,31 kalirisiko dibandingkan dengan mereka yang menunggu setidaknya satu jam. Studi kedua melibatkan 1.055 orang dengan kanker otak dan leher dan 795 orang yang merokok tapitidak menderita kanker otak dan leher. Mereka yang merokok dalam waktu 30 menitsaat bangun 1,59 kali risiko otak dan kanker leher dibandingkan dengan mereka yang menunggu satu jam. Risiko perokok yang merokok 31-60 menit setelah bangun tidur1,42 kali dibandingkan mereka yang menunggu setidaknya satu jam.